liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
Kantor Twitter.

Sabtu, 10 Desember 2022 – 18:10 WIB

VIVA Techno – Twitter tampak membeberkan status “shadowbanned” atau pembatasan akses bagi penggunanya agar yang bersangkutan dapat mengetahui apakah akunnya telah diblokir atau tidak. Ini di-tweet langsung oleh Elon Musk sebagai pemimpin teratas di Twitter saat ini.

“Pengguna akan mengetahui dengan jelas jika terkena shadow banned dan alasan mengambil langkah untuk memulihkannya,” ujarnya melalui akun Twitter @elonmusk, seperti dikutip dari PhoneArena, Sabtu, 10 Desember 2022.

Meski bentuk “shadowbanned” tidak dijelaskan dengan jelas, namun kondisi ini nampaknya berbeda dengan konsep pemblokiran akun.

Seorang jurnalis dari Bloomberg, Bari Weiss, mengungkapkan bahwa “shadowbanned” adalah langkah Twitter untuk mencegah tweet dari akun menjadi tidak populer karena visibilitasnya yang terbatas.

“Shadowbanned” dilakukan sebelum Elon Musk resmi membeli Twitter pada November 2022. Istilah ini biasanya diterapkan pada akun yang masuk daftar hitam pencarian internal Twitter dan terdeteksi sebagai akun yang tidak disukai.

Tidak hanya tweetnya, akunnya juga akan sulit ditemukan oleh pengguna lain. Tentu saja, pengguna yang “dilarang bayangan” biasanya tidak mendapatkan notifikasi, dan situasi ini sering membuat pengguna bingung sehingga berpikir bahwa ada masalah algoritmik dengan akun mereka.

Weiss mengatakan bahwa Twitter sebelumnya menyebut metode tersebut “Visibility Filtering” dan bukan “shadow bans”.