liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
Ilustrasi kuda berlari.

Kamis, 8 Desember 2022 – 15:08 WIB

VIVADigital – Para peneliti telah menemukan bahwa manusia dapat memahami perasaan binatang termasuk babi, kuda, dan kambing berdasarkan vokalisasi mereka.

Tim mengatakan temuan menunjukkan informasi tertentu dalam suara, seperti seberapa kuat emosi hewan tampaknya disampaikan dengan cara yang sama di seluruh spesies.

Dilansir dari The Guardian, sebuah penelitian yang dilakukan oleh University of Copenhagen, Denmark menyebutkan bahwa pengetahuan tentang perasaan binatang juga didasarkan pada suara manusia.

“Orang mungkin mendasarkan keputusan mereka tentang bagaimana suara manusia ketika mereka sedikit banyak terangsang pada rangsangan, yang terkait dengan jalur stres, yang merupakan sistem yang terpelihara dengan baik di seluruh vertebrata,” jelas Dr. Elodie Briefer, salah satu penulis studi tersebut.

Ilustrasi-Peternakan Babi

Vertebrata adalah semua jenis hewan yang memiliki tulang punggung. Pembicara dan kolega melaporkan bagaimana mereka merekam vokalisasi enam spesies hewan (kuda, babi, kambing, sapi, kuda liar, dan babi hutan).

Tim mencatat apakah suara itu dibuat saat hewan itu dirangsang – sebagaimana ditentukan oleh detak jantung atau gerakan. Apakah suara dibuat dalam konteks positif seperti mengharapkan makanan atau negatif seperti terisolasi.