MASTER38 MASTER38 MASTER38 MASTER38 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 COCOL88 COCOL88 COCOL88 COCOL88 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MAHJONG69 MAHJONG69 MAHJONG69 MAHJONG69 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 ZONA69 ZONA69 ZONA69 NOBAR69 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38
SLOT GACOR HARI INI SLOT GACOR HARI INI
BOSSWIN168 BOSSWIN168
BARON69
COCOL88
MAX69 MAX69 MAX69
COCOL88 COCOL88 LOGIN BARON69 RONIN86 DINASTI168 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 MABAR69 COCOL88 BWTOTO BWTOTO BWTOTO BWTOTO BWTOTO LAMBO69 LAMBO69 LAMBO69
ronin86
bwtoto
bwtoto
bwtoto
master38
Search for:
  • Home/
  • Politik/
  • Civitas Akademika Fisipol UGM Minta Pratikno dan Ari Dwipayana Pulang ke Jalan Demokrasi
Mahasiswa Fisipol UGM Minta Pratikno dan Ari Dwipayana Pulang ke Jalan Demokrasi

Civitas Akademika Fisipol UGM Minta Pratikno dan Ari Dwipayana Pulang ke Jalan Demokrasi

0 0
Read Time:2 Minute, 36 Second

Selasa, 13 Februari 2024 – 02:13 WIB

Yogyakarta – Civitas akademika Departemen Politik dan Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Gadjah Mada (DPP Fisipol UGM) Yogyakarta menggelar aksi pada Senin, 12 Februari 2024.

Baca Juga :

Jelang Hari Pencoblosan, Polri Sebar 195.819 Personil ke TPS

Dalam aksinya ini, civitas akademika DPP UGM memanggil dua dosennya yaitu Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno, dan Koordinator Stafsus Presiden Ari Dwipayana untuk pulang kembali ke jalan demokrasi.

Perwakilan mahasiswa DPP Fisipol UGM, Faris Rubiansyah menilai saat ini pihaknya melihat ada upaya dari pemerintah menggunakan kekuasaannya untuk kepentingan pribadi dan golongan. Upaya-upaya pemerintah ini, disebut Faris mencederai demokrasi.

Baca Juga :

Wakil Presiden Sebut Film “Dirty Vote” Bagian Dinamika Politik

“Kita melihat ada upaya-upaya mencederai demokrasi untuk kepentingan pribadi dan golongannya oleh kekuasaan. Yang lebih disayangkan lagi, ada dua civitas akademika Departemen Politik dan Pemerintahan yang berada dalam pusaran kekuasaan itu,” kata Faris.

Faris menyebut saat ini Indonesia tengah berada dalam kemerosotan demokrasi. Menurut dia, kemerosotan demokrasi ini disebabkan oleh banyak aktor diantaranya Pratikno dan Ari Dwipayana yang saat ini berada dalam pusaran pemerintahan.

Baca Juga :

Kirim 335 Personel Amankan TPS, Kapolda Kalteng Ingatkan Anggota Jaga Netralitas

“Kemarin setelah gelombang petisi universitas-universitas, kita merasakan ada konflik antara akademisi dan rezim. Sayangnya, ada civitas akademika kami juga yang berada dalam pusaran konflik itu. Ini bukan kesalahan Pak Tik (Pratikno) dan Mas Ari semata,” ungkap Faris.

Tentunya, Faris sangat kecewa karena kedua alumninya itu yakni Pratikno dan Ari Dwipayana mengajarkan demokrasi di kelas tapi tidak diimplementasikan.

“Kami menyadari dua guru kami telah menjadi bagian dari persoalan bangsa. Pak Tik dan Mas Ari mengajarkan demokrasi di dalam kelas, tapi yang mereka ajarkan tak sejalan dengan praktiknya,” imbuh Faris.

Faris menerangkan civitas akademika DPP Fisipol UGM meminta maaf yang sebesar-besarnya atas terlibatnya civitas akademika mereka atas apa yang terjadi dengan demokrasi di Indonesia akhir-akhir ini. Untuk itu, Faris menyerukan kepada Pratikno dan Ari Dwipayana untuk kembali ‘pulang’ ke UGM dan menjadi akademisi serta penjaga pilar demokrasi.

“Hari ini kami berseru, Pak Tik dan Mas Ari kembalilah pulang. Kembalilah membersamai yang tertinggal, yang tertindas, yang tersingkirkan. Pak Tik dan Mas Ari, kembalilah ke demokrasi. Kembalilah mengajar kami dengan kata dan perbuatan,” lanjut Faris.

Sementara Kepala Departemen Politik dan Pemerintahan Fisipol UGM, Abdul Gaffar Karim menilai kegiatan civitas akademika yang dilakukan hari ini adalah bentuk kepedulian politik dan bagian dari kontrol mahasiswa terhadap kekuasaan.

“Saya bersepakat dengan teman-teman mahasiswa yang meminta Pak Pratikno dan Mas Ari Dwipayana untuk kembali ke kampus dan kembali ke jalan demokrasi,” kata Gaffar.

Menurut dia, Pratikno dan Ari Dwipayana harus menjaga netralitas dalam Pemilu 2024 yang sudah hitungan hari untuk pencoblosan pada Rabu, 14 Februari 2024.

“Jelang dua hari pemilu, saya kira yang terbaik yang mereka lakukan adalah menjaga netralitas dulu. Menarik mundur dari semua peran-peran pemenangan, dukungan pada kandidat, melakukan tugas yang memang harus dilakukan sebagai bagian dari sistem pemerintah,” pungkasnya.

Halaman Selanjutnya

“Kami menyadari dua guru kami telah menjadi bagian dari persoalan bangsa. Pak Tik dan Mas Ari mengajarkan demokrasi di dalam kelas, tapi yang mereka ajarkan tak sejalan dengan praktiknya,” imbuh Faris.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
COCOL88 GACOR77 RECEH88 NGASO77 TANGO77 PASUKAN88 MEWAHBET MANTUL138 EPICWIN138 WORTEL21 WORTEL21 WORTEL21 WORTEL21 WORTEL21